Target APBD Kota Pontianak 2022 Naik 2,6 Persen, Eddy Suratman Nilai Hal Itu Rasional


Pemerintah Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat telah menargetkan APBD tahun 2022 mendatang bisa mencapai Rp1,82 triliun atau naik sekitar 2,6 persen dari tahun 2021 yaitu Rp1,77 triliun.

Target tersebut tentu tak terlepas dengan kondisi Kota Pontianak yang saat ini, sektor perekonomian dari para pelaku usaha sudah mulai pulih dan bangkit.

Pengamat Ekonomi Untan, Prof. Eddy Suratman menyampaikan, target yang telah ditentukan oleh Pemerintah Kota Pontianak tersebut, dinilainya sudah rasional jika melihat kondisi saat ini.

• Wali Kota Pontianak Sebut RAPBD 2022 Masih Fokus Tangani Covid-19

Dimana kata dia, memang untuk APBD tahun 2022 ini tidak bisa naik terlalu tinggi lantaran perekonomian masih dalam tahap pemulihan akibat pandemi COVID-19.

“Saya menilai bahwa target meningkat 2,6 persen dari tahun 2021, itu wajar dan rasional, tapi memang tidak bisa terlalu tinggi, karena dana transfer daerah cenderung dalam pengukuran, ” katanya.

Menurutnya, Pemerintah saat ini, dirasa sudah tahu apa-apa yang harus dicapai dalam pemulihan ekonomi, bahkan dikatakannya untuk target APBD hingga 2023 ini peningkatan masih secara rasional atau tidak terlalu tinggi.

“Kemungkinan Pemkot Pontianak sudah berasumsi tahun depan akan meningkatkan PAD, maka kenaikan atau pertumbuhan 2,6 persen menurut saya rasional, ” Katanya lagi.

“Mereka sudah tau keadaan tahun 2022 dan sudah tau kondisi saat ini, serta sudah ada ilmunya yang harus dilakukan sehingga tinggal dijalankan saja. Kemudian potensi saat ini masih sama di tahun depan,” timpalnya.

Kendati demikian, diakuinya, memang yang menjadi masalah dan dikhawatirkan adalah lonjakan kasus covid-19, untuk itu, Pengamat ekonomi berharap agar tidak ada lagi lonjakan kasus COVID-19.

“Kita tahu pada tahun ini di bulan Juli itu akibat lonjakan kasus, pergerakan ekonomi sangat lambat, ” ucapnya.

Dia pun optimis dari pengamatannya, jika kasus tidak ada lonjakan kasus COVID-19 lagi, tentu ekonomi akan bangkit dan tahun pendapatan Asli daerah(PAD) akan normal dan terus meningkat.

Hal tersebut dikarenakan, jika kasus COVID-19 terus landai tentu PAD akan bertambah dari hasil pajak-pajak usaha seperti perhotelan, restoran dan lainnya yang saat ini sudah mulai berangsur pulih dan normal.

Ia pun mengatakan, bahwa pengelolaan tersebut, Pemerintah tentunya tetap harus berdasarkan aturan yang telah diatur dalam Undang-undang nomor 28 tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi.

“Maka jika pemerintah Kota Pontianak menargetkan APBD tahun 2022 meningkat 2,6 persen, itu rasional dan masuk akal, ” pungkasnya. (*)

Source link


Like it? Share with your friends!